-
Dani Saputra
- 03 Mar 2026
Loading
INewsfaktual.com | Kuantan Singingi – Kepala Sekolah SDS Cerenti Subur, Hariaman Sinaga, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan pemberitaan yang beredar mengenai dugaan kepemimpinan otoriter dan ketidakterbukaan dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). Langkah ini diambil untuk menanggapi opini publik yang dianggap menyudutkan institusi pendidikan tersebut.
Pihak sekolah menyayangkan adanya tudingan sepihak yang dinilai tidak berdasar dan bersifat asumtif. Hariaman menegaskan bahwa hingga saat ini, tidak ada upaya konfirmasi (check and re-check) yang dilakukan pihak terkait kepada sekolah sebelum isu tersebut diembuskan.
Hariaman membantah keras tuduhan bahwa dana BOSDa dikelola secara sepihak. Menurutnya, penggunaan dana tersebut telah melalui mekanisme yang baku, mulai dari perencanaan bersama hingga pelaporan administrasi.
"Seluruh laporan keuangan dilakukan secara berkala dan telah diaudit sesuai dengan regulasi dinas terkait. Bendahara sekolah tetap menjalankan fungsinya sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang berlaku," tegasnya.
Terkait tudingan sikap "arogan" atau "diktator", Hariaman menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya merupakan upaya untuk meningkatkan standar kedisiplinan dan profesionalisme. Mengingat SDS Cerenti Subur berada di bawah naungan perusahaan, standarisasi kinerja menjadi hal mutlak demi menjamin kualitas pendidikan bagi siswa.
Terkait isu ketenagakerjaan, ia memastikan tidak pernah ada ancaman pemberhentian sepihak. Segala keputusan terhadap karyawan PT Agrinas Palma Nusantara (eks PT DPN) yang diperbantukan di sekolah selalu merujuk pada Peraturan Perusahaan (PP) dan kode etik, bukan atas dasar sentimen pribadi.
"Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun. Namun, sangat disayangkan jika dinamika internal dan upaya penegakan disiplin justru dipelintir menjadi isu negatif. Fokus utama kami adalah memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi anak-anak di lingkungan perusahaan dan masyarakat sekitar," ujar Hariaman.
Dukungan senada juga mengalir dari internal sekolah. Melalui pesan singkat, beberapa guru yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan keberatan atas isu yang beredar di media online. Mereka menegaskan bahwa pengelolaan dana BOS selama ini dilakukan secara profesional melalui musyawarah untuk menentukan kebutuhan prioritas sekolah.
"Saya justru mengapresiasi kepemimpinan Bapak Hariaman Sinaga yang visioner, inspiratif, dan suportif. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berdedikasi demi kemajuan sekolah," ungkap salah seorang guru.
Menutup klarifikasinya, pihak SDS Cerenti Subur mengimbau seluruh tenaga pendidik untuk kembali fokus pada tugas mengajar demi menjaga kondusivitas lingkungan belajar. Pihak sekolah juga menyatakan akan mencadangkan hak hukum jika terdapat fitnah atau pencemaran nama baik yang terus berlanjut secara tidak bertanggung jawab.