Rabu 11 Februari 2026

Dapat Dukungan Penuh Kemenbud, Pacu Jalur Kuansing Didorong Jadi Warisan Budaya Dunia


  • Dani Saputra
  • 09 Jul 2025

Jakarta | Inewsfaktual.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk mengangkat tradisi Pacu Jalur ke panggung global mendapat titik terang. Komitmen kuat untuk mengusulkan Pacu Jalur sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO datang langsung dari Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan resmi Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, di Gedung A Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Rabu (9/7/2025).
Dalam pertemuan yang konstruktif tersebut, Bupati Suhardiman Amby tidak datang sendiri. Ia didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing, Drs. Azhar, serta pegiat media sosial Dikha, yang dikenal luas melalui kontennya "togak luan jalur" sebagai representasi promosi budaya di era digital.

Bupati Suhardiman mengapresiasi dukungan Menteri Fadli Zon yang memberikan ruang bagi Kuansing untuk memperjuangkan warisan budaya yang telah mengakar lebih dari satu abad.
"Tradisi Pacu Jalur ini sudah berlangsung sejak tahun 1905, pertama kali dikenal pada masa penjajahan Belanda. Awalnya digunakan sebagai alat transportasi hasil bumi, kemudian berkembang menjadi perlombaan perahu yang dipersembahkan untuk Ratu Wilhelmina setiap 31 Agustus," jelas Suhardiman.
Ia menambahkan, setelah kemerdekaan Indonesia, Pacu Jalur bertransformasi menjadi agenda tahunan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI dan kini telah menjadi salah satu festival kebanggaan dalam kalender pariwisata nasional.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa Pacu Jalur merupakan aset bangsa yang tak ternilai. Ia menegaskan kembali statusnya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia yang telah ditetapkan sejak 2015.
Fadli Zon berkomitmen untuk mengawal proses pengajuan Pacu Jalur ke tingkat internasional.
"Pacu Jalur memiliki nilai historis, budaya, dan kearifan lokal yang kuat. Kami dari Kementerian Kebudayaan siap mendukung penuh penyusunan kajian, naskah akademik, serta dossier yang dibutuhkan untuk mendaftarkannya sebagai Warisan Budaya Dunia," tegas Fadli Zon.

Dengan adanya dukungan ini, proses penyusunan dossier untuk UNESCO diharapkan dapat dipercepat, membawa tradisi kebanggaan masyarakat Riau selangkah lebih dekat menuju pengakuan global.

BERITA LAINNYA