-
Dani Saputra
- 10 Jan 2026
Loading
Kuantan Singingi | INewsfaktual.com - Komunitas Peduli Kuansing (KPK) kembali menyerukan pentingnya menjaga kelestarian Sungai Kuantan dari ancaman penambangan emas tanpa izin (PETI). Untuk menanggulangi masalah ini, KPK mendesak peran aktif dari pemerintah desa dan masyarakat agar berani melaporkan setiap aktivitas ilegal yang merusak lingkungan.
Ketua KPK, Hayatun Nasip, menegaskan bahwa penanganan PETI bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum. "Kami mengajak para kepala desa dan perangkatnya untuk segera melaporkan jika ada aktivitas PETI di wilayahnya. Begitu juga masyarakat, jangan ragu menyampaikan informasi agar bisa segera ditindaklanjuti," ujarnya, Kamis (28/8/2025).
Menurut Hayatun, Sungai Kuantan merupakan urat nadi perekonomian, budaya, dan warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Ia menjelaskan, dampak PETI tidak hanya terbatas pada lingkungan, tetapi juga merusak kesehatan masyarakat serta mengancam keberlanjutan tradisi lokal seperti Pacu Jalur. "Air yang keruh akibat PETI bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan, hingga keberlangsungan kegiatan Pacu Jalur," tambahnya.
KPK berharap Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dan aparat terkait dapat memperkuat sinergi dengan desa-desa untuk melakukan pengawasan, penindakan, dan penyuluhan secara bersama-sama. Dengan kerja sama ini, diharapkan tidak ada lagi aktivitas PETI yang merusak sungai.
"Menjaga sungai tetap jernih adalah tanggung jawab kita bersama. Jika desa dan masyarakat bersatu, insyaAllah Sungai Kuantan akan kembali lestari," tutup Hayatun.