Rabu 11 Februari 2026

Pemkab Kuansing Percepat Persiapan, Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Tahun 2025


  • Dani Saputra
  • 01 Jul 2025

Teluk Kuantan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) menunjukkan komitmen serius dalam percepatan pemerataan akses pendidikan dengan menargetkan Sekolah Rakyat dapat beroperasi pada tahun 2025. Kepastian ini mengemuka dalam rapat lanjutan persiapan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, di Ruang Rapat Wakil Bupati, Selasa (1/7/2025).

Dalam arahannya, Wabup Suhardiman Amby menekankan krusialnya sinergi lintas perangkat daerah untuk mewujudkan target tersebut. Ia optimistis program ini dapat segera berjalan dengan persiapan yang matang.

"Kita masih memiliki peluang besar untuk dapat memulai Sekolah Rakyat pada tahun ini. Maka dari itu, mari kita siapkan segala sesuatunya, mulai dari status tanah hingga bangunan yang akan digunakan sebagai ruang kelas dan asrama," ujar Wabup.

Suhardiman Amby juga mengungkapkan rasa syukur atas progres signifikan yang telah dicapai. Menurutnya, Kuantan Singingi termasuk dalam 36 dari 100 daerah di Indonesia yang dinilai paling siap untuk merealisasikan program nasional ini.

"Ini capaian yang patut kita syukuri. Dalam waktu tiga bulan, dengan anggaran yang sangat terbatas, kita sudah melihat progres yang nyata," tambahnya.

Pada tahap awal operasional, Pemkab akan memanfaatkan aset daerah yang telah ada. Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Teluk Kuantan akan difungsikan sebagai ruang belajar sementara, sedangkan Rumah Susun (Rusun) Teluk Kuantan dipersiapkan sebagai asrama bagi para siswa. Untuk menunjang mobilitas, pemerintah juga akan menyediakan fasilitas transportasi antar-jemput.

Rapat tersebut turut membahas berbagai aspek teknis pendukung, mulai dari mekanisme penjaringan calon siswa, ketersediaan tenaga pengajar dan pengasuh, hingga perencanaan pembangunan fisik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah diberi mandat untuk segera merancang pembangunan gerbang sekolah dan asrama sebagai simbol kehadiran Sekolah Rakyat di Kuansing.

Lebih lanjut, untuk memastikan keberlanjutan program, Wabup Suhardiman Amby menegaskan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta. "Dalam waktu dekat, akan dijadwalkan pertemuan lanjutan dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kuansing untuk menjajaki dukungan pendanaan," tutupnya.

BERITA LAINNYA