-
Dani Saputra
- 08 Jun 2026
Loading
TELUK KUANTAN | INewsfaktual.com – Suasana haru dan rasa syukur mendalam menyelimuti prosesi penyambutan kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Rombongan tamu Allah yang telah selesai melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci tersebut tiba kembali di Tanah Air pada Rabu (10/6/2026).
Kedatangan para jemaah disambut langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kuansing yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kuansing, Azhar Ali. Hadir di tengah-tengah jemaah dan pihak keluarga, Azhar menyampaikan ucapan selamat datang kembali di kampung halaman setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Dalam kesempatan tersebut, Azhar Ali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dari Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM. Bupati belum dapat hadir secara langsung untuk menyambut para jemaah dikarenakan adanya agenda tugas pemerintahan penting di luar daerah yang tidak dapat ditinggalkan.
“Pak Bupati Dr. H. Suhardiman Amby menyampaikan permohonan maaf atas ketidahadirannya hari ini. Meski demikian, beliau menitipkan rasa syukur yang tak terhingga atas kembalinya bapak dan ibu sekalian, serta iringan doa agar seluruh jemaah haji Kuansing menjadi haji dan hajjah yang mabrur serta mabrurah,” ujar Azhar Ali saat membacakan sambutan tertulis Bupati.
Pemerintah daerah berharap, kembalinya para jemaah haji ini dapat membawa berkah tersendiri, tidak hanya bagi keluarga masing-masing, tetapi juga bagi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi secara luas. Kehadiran mereka diharapkan mampu memancarkan nilai-nilai kesalehan sosial di lingkungan tempat tinggal.
Di samping dinamika kebahagiaan tersebut, suasana khidmat juga diwarnai dengan penyampaian rasa duka mendalam dari jajaran pemerintah daerah. Berdasarkan laporan resmi yang diterima, terdapat dua jemaah haji asal Kabupaten Kuansing yang dilaporkan wafat di Tanah Suci selama pelaksanaan musim haji tahun ini.
Selain itu, Pemkab Kuansing juga mengonfirmasi adanya dua jemaah lain yang terpaksa harus dipindahkan ke kelompok terbang (kloter) 18. Langkah pemindahan kloter ini diambil oleh petugas pemandu haji murni karena alasan penanganan kesehatan yang memerlukan perawatan lebih intensif.
Menyikapi kondisi tersebut, Azhar Ali menegaskan bahwa Bupati telah menginstruksikan jajaran terkait untuk memberikan perhatian khusus dan memantau perkembangan jemaah yang masih tertinggal. Pemkab Kuansing berkomitmen memastikan pemulangan sisa jemaah yang berada di kloter 18 berjalan lancar hingga mereka tiba di rumah dengan selamat.